Tampilkan postingan dengan label R. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label R. Tampilkan semua postingan

Pengertian dan Definisi Risiko Sistematik atau Beta Menurut Ahli

#Risiko Sistematik atau Beta merupakan suatu pengukurvolatilitas return suatusekuritas atau return portfolio terhadap return pasar. Dimana beta sekuritas ke-i mengukur volatilitas return sekuritas ke-i dengan return pasar dan beta portfolio mengukur volatilitas return portfolio dengan return pasar. Oleh karena itu beta adalah sebuah pengukur risiko sistematik dari suatu sekuritas atau portfolio relatif terhadappasar (Jogiyanto : 1998-193).


#Risiko Sistematik atau Beta merupakan suatu ukuran relatif dari risiko sistematik saham individu dalam hubungannya dengan pasar secara keseluruhan yang diukur dari fluktuasi pendapatan atau return.Selain itu, masing-masing saham memiliki kepekaan yang berbeda terhadap perubahanpasar. dimanasaham dengan koefisien beta sama dengan satu berarti memiliki risikoyang sama dengan risikorata-rata pasar.Sedangkan Koefisien beta lebih dari satu menunjukkan bahwa saham tersebut sangat peka terhadap perubahan pasar atau memiliki risiko di atas risiko pasar, disebutsebagai saham yang  agresif.  Saham  yang  mempunyai  beta  kurang  dari  satu  disebut  sebagai saham  yang  defensif  artinya  saham  tersebut  kurang  peka  terhadap  perubahan pasar (Jones : 1996-284).


Pengertian dan Definisi Retribusi

#Retribusi adalah iuran kepada pemerintah yang dapat dipaksakan dan jasa balik secara langsung dapat ditunjukan  dimana paksaan ini bersifat ekonomis karena siapa saja yang tidak merasakan jasa balik dari pemerintah, tidak dikenakan iuran itu ( Munawir : 1995).


#Retribusi merupakan penilaian- penilaian yang terdiri dari :
1.     Penilaian kecukupan
Pengenaan retribusi yang bervariasi, sehingga lebih berorientasi pada kecukupan biaya pelayanan yang diberikan biasanya mengabaikan kontribusinya kepada penerimaan pemerintah daerah.
2.      2.  Penilaian keadilan
Dalam pemungutan harus bersifat seadil mungkin, misalnya pengenaan tarif yang berbeda atas dasar kelas-kelas pemakai tertentu.
3.    3.  Penilaian kemampuan administrasi
Secara teoritis, retribusi mudah ditaksir dan dipungut karena pertanggungjawabannya didasarkan atas konsumsi yang dapat diukur, mudah dipungut sebab penduduk hanya mendapatkan apa yang mereka bayar.
4.    4.  Penilaian kesepakatan politik

Perlu adanya kesepakatan politik antara pemerintahan daerah dan DPRD dalam setiap upaya peningkatan retribusi (Dave y : 1988).

Pengertian dan Definisi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)


Pengertian dan definisi rekayasa perangkat lunak (RPL) adalah sebuah disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak mulai dari tahap awal yaitu analisa kebutuhan pengguna, menentukan spesifikasi dari kebutuhan pengguna, desain, pengkodean hingga pengujian sampai pemeliharaan setelah digunakan yang semua itu tujuannya untuk menghasilkan perangkat lunak dengan kinerja tinggi, tepat waktu berbiaya rendah dan multiplatform (Mulyanto,dkk : 2008).