Tampilkan postingan dengan label P. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label P. Tampilkan semua postingan

Pengertian, Definisi, Tujuan Pendidikan Menurut Para Ahli

Pengertian, Definisi, Tujuan Pendidikan Menurut Para Ahli - Pendidikan merupakan suata hal yang sangat penting bagi semua individu dan hampir seluruh individu/personal pernah merasakan pendidikan dari dulu sampai saat ini. Kata pendidikan ini emang sudah tidak asing lagi didengar ditelinga kita, karena kita semua pernah menempuh pendidikan agar tercapainya sebuah cita-cita dan keinginan. berikut akan dijelaskan pengertian dan definisi dari pendidikan itu sendiri serta tujuan dari pendidikan.
Pengertian, Definisi, Tujuan Pendidikan Menurut Para Ahli

Definisi dan Pengertian Pendidikan Secara Umum :

Pengertian Pendidikan menurut wikipedia :

Pendidikan adalah suatu pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.

Pendidikan Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) :

kata pendidikan secara berasal dari kata "didik" dengan mendapatkan imbuhan "pe" dan akhiran "an", yang berarti cara, proses atau perbuatan mendidik. Kata pendidikan secara bahasa berasal dari kata "pedagogi" yakni "paid" yang berarti anak dan "agogos" yang berarti membimbing, jadi pedagogi adalah ilmu dalam membimbing anak

Pengertian Pendidikan Menurut UU (Undang-undang) :

Pengertian pendidikan menurut Undang Undang SISDIKNAS no. 20 tahun 2003, adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran sedemikian rupa supaya peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya secara aktif supaya memiliki pengendalian diri, kecerdasan, keterampilan dalam bermasyarakat, kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian serta akhlak mulia

Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli :

  • Prof. Herman H. Horn : Beliau berpendapat bahwa pendidikan adalah suatu proses dari penyesuaian lebih tinggi bagi makhluk yang telah berkembang secara fisik dan mental yang bebas dan sadar kepada Tuhan seperti termanifestasikan dalam alam sekitar, intelektual, emosional dan kemauan dari manusia.
  • Carter V. Good : Mengartikan pendidikan sebagai suatu proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakat. Proses dimana seseorang dipengaruhi oleh lingkungan yang terpimpin khususnya didalam lingkungan sekolah sehingga dapat mencapai kecakapan sosial dan dapat mengembangkan kepribadiannya.
  • Frederick J. Mc Donald : mengemukakan pendapatnya bahwa pendidikan ialah suatu proses yang arah tujuannya adalah merubah tabiat manusia atau peserta didik.
  • Driyarkara : Pendidikan diartikan sebagai suatu upaya dalam memanusiakan manusia muda atau pengangkatan manusia muda ke taraf yang insani.
  • Prof. Dr. John Dewey : Menurutnya pendidikan merupakan suatu proses pengalaman. Karena kehidupan merupakan pertumbuhan, maka pendidikan berarti membantu pertumbuhan batin manusia tanpa dibatasi oleh usia. Proses pertumbuhan adalah proses penyesuaian pada setiap fase dan menambah kecakapan dalam perkembangan seseorang melalui pendidikan.
  • Prof. H. Mahmud Yunus : Yang dimaksud pendidikan ialah suatu usaha yang dengan sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak yang bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, jasmani dan akhlak sehingga secara perlahan bisa mengantarkan anak kepada tujuan dan cita-citanya yang paling tinggi. Agar memperoleh kehidupan yang bahagia dan apa yang dilakukanya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, negara dan agamanya.
  • M.J. Langeveld : Pendidikan merupakan upaya dalam membimbing manusia yang belum dewasa kearah kedewasaan. Pendidikan adalah suatu usaha dalam menolong anak untuk melakukan tugas-tugas hidupnya, agar mandiri dan bertanggung jawab secara susila. Pendidikan juga diartikan sebagai usaha untuk mencapai penentuan diri dan tanggung jawab.
  • Martinus Jan Langeveld : Pendidikan adalah upaya menolong anak untuk dapat melakukan tugas hidupnya secara mandiri supaya dapat bertanggung jawab secara susila. Pendidikan merupakan usaha manusia dewasa dalam membimbing manusia yang belum dewasa menuju kedewasaan.
  • Gunning dan Kohnstamm : Pendidikan adalah proses pembentukan hati nurani. Sebuah pembentukan dan penentuan diri secara etis yang sesuai dengan hati nurani
  • John Dewey : Pendidikan sinergis dengan pertumbuhan dan tidak memiliki akhir selain dirinya sendiri

Tujuan Pendidikan :

Tujuan Pendidikan Menurut Undang-undang (Kemdiknas) :

"Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab."

Tujuan Pendidikan Menurut Undang-undang (versi amandemen) :

Pasal 31, ayat 3 menyebutkan, "Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang."
Pasal 31, ayat 5 menyebutkan, "Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia."

Demikianlah artikel tentang Pengertian, Definisi, Tujuan Pendidikan Menurut Para Ahli semoga dapat membantu Sahabat KumpulanDefinisi.com (SKD).

Baca juga : 

Pengertian dan Definisi Pemberdayaan Psikologis Menurut Ahli

#Pemberdayaan psikologis (psychological empowerment) merupakan sebuah konstruk yang perlu memperoleh perhatian kritis, dimana meluasnya minat terhadap masalah pemberdayaan psikologis muncul pada saat persaingan global dan berbagai perubahan yang terjadi sehingga mengharuskan anggota organisasi untuk lebih memiliki inisiatif dan inovatif (Drucker dalam Spreitzer, 1995).

#Pemberdayaan psikologis merupakan suatu konsep motivasional tentang pemenuhan diri,  yang secara lebih spesifik dapat dinyatakan sebagai meningkatnya motivasi tugas intrinsik (intrinsic task motivation)  yang terwujud dalam serangkaian kognisi yang mencerminkan orientasi individu pada peran kerjanya yang terwujud dalam empat dimensi: arti (meaning), kompetensi (comptence), pemenuhan diri (self-determination), dan pengaruh/impact  (Conger dan Kanungo dalam Spreitzer :1995).

Pengertian dan Definisi Polarisasi

#Polarisasi merupakan gejala penguatan sikap ke arah yang lebih ekstrim setelah diskusi, dimana bila sebelum diskusi kelompok para anggota mempunyai sikap agak mendukung tindakan tertentu, maka setelah diskusi mereka akan lebih mendukung tindakan tersebut. Namun sebaliknya, bila sebelum diskusi para anggota kelompok agak menentang tindakan tertentu, maka setelah diskusi merekaakan menentangnya dengan lebih keras lagi (Kalvan dan Zeisel dalam Rahmat : 1985).

4 Perfekstif Disiplin Kerja Pegawai

#Perspektif disiplin kerja pegawai menurut Handoko (2001;198) antara lain :
1). Disiplin Retributif (Retributive Discipline), yaitu berusaha menghukum  orang yang berbuat salah.
2). Disiplin Korektif (Corrective Discipline), yaitu berusaha membantu pegawai   mengoreksi perilakunya yang tidak tepat.
3).  Perspektif hak-hak individu (Individual Rights Perspective), yaitu berusaha   melindungi hak-hak dasar individu selama tindakan-tindakan disipliner.
4). Perspektif Utilitarian (Utilitarian Perspective), yaitu berfokus kepada penggunaan disiplin hanya pada saat konsekuensi-konsekuensi tindakan disiplin melebihi dampak-dampak negatifnya.

Pengertian dan Definisi Perencanaan Strategis Menurut Ahli

#Perencanaan strategis merupakan tulang punggung manajemen strategis,dimana perencanaan strategis lebih berhubungan dengan kegiatan-kegiatan operasional dan lebih condong untuk membahas masalah-masalah strategi daripada masalah-masalah operasional (Burhan : 1994).

#Perencanaan strategis merupakan komponen manajemen strategis yang berguna untuk memperjelas tujuan dan sasaran, memilih berbagai kebijakan, terutama dalam memperoleh dan mengalokasikan sumber daya, serta menciptakan pedoman dalam menerjemahkan kebijakan organisasi (Steiss dalam Salusu : 2004).

#Perencanaan strategis merupakan perencanaan yang dilakukan oleh pimpinan organisasi dengan fokus pada visi, misi, falsafah, dan strategi organisasi untuk mencapai tujuan organisasi dalam jangka waktu menengah antara 3-5 tahun. (Umar : 2003).

#Perencanaan strategis adalah sebagai instrumen yang menjembatani kesenjangan antara rencana tahunan organisasi dan rencana jangka panjang tradisional (Donnelly : 1984).

#Perencanaan strategis merupakan upaya untuk melaksanakan tiga langkah penting yaitu, Pertama, mengidentifikasi kecenderungan, ancaman, dan peluang, dimana hasilnya mungkin dapat mengubah kecenderungan historis. Kedua, menyempurnakan performance organisasi yang didorong oleh adanya kondisi kompetitif. Ketiga, membandingkan tiap unit kerja dalam organisasi untuk menyusun prioritas pengembangan dengan cara mengalokasikan sumber daya strategik berdasarkan prospek tiap unit kerja (Salusu : 2004).

Pengertian dan Definisi Penelitian Tindakan Kelas

#Penelitian tindakan kelas merupakan kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan, ditujukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka, memperdalam pemahaman terhadap tindakan yang dilakukan, serta memperbaiki praktik pembelajaran yang diselenggarakan (Tim PGSM : 1999).

#Penelitian tindakan kelas adalah penelitian tindakan yang dilakukan di kelas dengan tujuan memperbaiki/ meningkatkan mutu praktik pembelajaran (Suhardjono : 2007).
#Penelitian tindakan kelas adalah suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa (Suharsimi : 2007).

#Penelitian tindakan kelas adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat (Rustam dan Mundilarto : 2004).

Macam-macam Pengertian dan Definisi Persepsi Menurut Para Ahli

#Persepsi adalah   proses kategorisasi organisme untuk masukan  tertentu objek-objek di luar, peristiwa dan organisme itu berespon dengan menghubungkan masukan  itu  dengan salah satu  kategori (golongan) objek-objek atau  peristiwa. Yang mana  proses  menghubungkan  ini  adalah  proses  aktif  dimana  individu yang bersangkutan  dengan sengaja  mencari kategorisasi  yang  tepat,  sehingga ia dapat mengenali  atau  memberi  arti  kepada masukan  tersebut.  Dengan  demikian persepsi juga bersifat inferensial/mengambil kesimpulan (Sarlito W. Sarwono  dalam Mochamad J. : 2004).

#Persepsi adalah proses internal yang memungkinkan seseorang memilih, mengorganisasian, dan menafsirkan rangsangan dari lingkungan seseorang,dan proses tersebut mempengaruhi prilaku orang tersebut, oleh karena itu persepsi merupakan inti komunikasi, karena jikapersepsi seseorang tidak akurat, tidak mungkin orang tersebut dapat berkomunikasi dengan efektif pula(Mulyana : 2005).

#Persepsi (pengamatan)  ialah suatu replika dari benda di luar  manusia yang  intrapsikis, dibentuk berdasarkan ransangan-ransangandari objek. Pareek memberikan definisi yang lebih luas yakni, didefinisian sebagai proses menerima, menyeleksi, mengorganisasikan, mengartikan, menguji, dan memberikan reaksikepada rangsangan pancaindra atau data. ( Verbeek dalam Sobur : 2003).

#Persepsi adalah kemampuan membeda-bedakan, mengelompokkan, memfokuskan perhatian terhadap suatu objek rangsangan dalam proses pengelompokan, dan membedakan inipersepsi melibatkan proses interprestasi berdasarkan  pengalaman  terhadap  satu  peristiwa  atau  objek.  proses pengelmpokan, membedakan, dan mengorganisir informasi pada dasarnya dapat terjadi pada tingkatan sensai, hanya saja tidak terjadi interpretasi atau pemberian artiterhadap stimulus (Shaleh : 2009).

#Persepsi merupakan pengalaman tentang objek, peristiwa, atauhubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi ialah pemberian makna kepada stimulus indrawi (sensor stimuli), dimana walaupun begitu menafsirkan makna informasi indrawi tidak hanya  melibatkan  sensasi,  tetapi  juga  atensi,  ekspektasi  motivasi,  dan  juga memori (Desiderato dalam Rakhmat : 2005).


#Persepsi adalah  interpretasi bermakna atas sensasi sebagai representative objek eksternalselain itu persepsi juga merupakan pengetahuan yang tampak mengenai apa yang diluar sana. (J. Cohen  dalam Riswandi : 2009).

#Persepsi adalah pengamatan  tentang  objek-objek,  peristiwa  atau  hubungan-hubungan  yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi ialah memberikan makna pada stimulus indrawi/sensory stimuli (Desiderato dalam Muchtar : 2007).

#Persepsi merupakan sebuah proses yang aktif dari manusia dalam memilah, mengelompokkan, serta memberikan makna pada informasi yang diterimanya oleh sesorang pelanggan/costumer atau penerima pelayanan publik terhadap keadaan yang sebenarnya akan pelayanan yang mereka terima.


Pengertian dan Definisi Peranan

#Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan (status) apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya maka ia menjalankan suatu peranan (Soerjono Soekanto : 2002).

#Peranan (role) merupakan sesuatu yang mengandung hal-hal antara lain; bagian dari tugas utama yang harus dilakukan oleh suatu manajemen, pola prilaku yang diharapkan dapat menyertai suatu status, bagian suatu fungsi sesorang dalam kelompok atau pranata, fungsi yang diharapkan dari seseorang atau menjadi karakteristik yang ada padanya dan fungsi setiap variabel dalam hubungan sebab akibat (Komarudin : 1994).

#Peranan merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu peristiwa (Poerwadarminta (1995 : 751).

#Peranan merupakan tindakan atau pola tingkah laku yang dilakukan oleh sesorang, sekelompok orang, organisasi ataupun suatu manajemen karena memiliki tugas dan fungsi yang melekat pada masing-masing karakteristik tersebut dalam rangka mengatasi suatu hal maupun permasalahan yang sedang terjadi.