Tampilkan postingan dengan label D. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label D. Tampilkan semua postingan

4 (Empat) Dimensi Pemberdayaan Psikologis

1.   Arti (meaning), adalah nilai dari suatu tujuan kerja yang dinilai dalam kaitannya dengan tujuan atau standar individu yang bersangkutan (Thomas & Velthouse, 1990). 
2.    Kompetensi (competence), mempunyai arti yang sama dengan self-efficacy, yaitu keyakinan individu atas kemampuannya dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan dengan keahlian yang dimilikinya (Gist dalam Spreitzer : 1995). Kompetensi lebih memfokuskan pada kemampuan dalam melaksanakan peran kerja tertentu, bukan peran kerja secara luas yang sering kali diistilahkan dengan self-esteem.
3.    Penentuan diri (self-determination), adalah perasaan individu yang berkaitan dengan pilihan dalam mengawali dan mengatur tindakan (Deci, Connell, & Ryan dalam Spreitzer :1995). Penentuan diri merefleksikan otonomi dalam mengawali dan melaksanakan perilaku dan proses kerja.
4. Pengaruh (impact), yaitu tingkat di mana individu dapat mempengaruhi hasil-hasil strategik, administratatif, dan operasional hasil kerjanya (Ashfort dalam Spreitzer : 1995).

4 (Empat) Dimensi Kepemimpinan Transformasional


1.    Karisma (idealized influence/charisma). Pemimpin yang karismatik akan mampu menumbuhkan antusiasme dan loyalitas di kalangan para anggota organisasi, mendorong mereka untuk mengemukakan pendapat dan pandangan mereka secara bebas serta mampu mengarahkan perhatian mereka ke visi yang mengantisipasi situasi dan kondisi di masa datang.
2.    Rangsangan intelektual (intelectual stimulation). Pemimpin yang memiliki intelektualitas mengajak para anggota organisasi untuk berpikir secara rasional serta menggunakan data dan fakta dalam memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi dan dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka.              Para bawahan juga didorong untuk berpikir dengan cara mereka sendiri, menghadapi tantangan, dan mempertimbangkan cara-cara yang kreatif untuk mengembangkan diri mereka sendiri.
3.    Perhatian individual (individualized consideration). Pemimpin selalu memberikan perhatian pada persoalan yang dihadapi dan kebutuhan para anggota organisasi serta mau membantu memecahkan persoalan dan berusaha memenuhi kebutuhan tersebut. Para bawahan diperlakukan secara berbeda-beda tetapi adil dengan dasar perhatian satu per satu. Bukan saja kebutuhan mereka dikenali dan perspektif mereka ditingkatkan, tetapi pemimpin juga menyediakan sarana untuk mencapai tujuan secara lebih efektif, dan pekerjaan yang menantang juga diberikan kepada bawahan. Dengan perhatian individual, tugas-tugas diberikan kepada bawahan untuk memberikan kesempatan belajar.

4.    Motivasi inspirasi (inspirational motivation), sering tumpang tindih dengan pengertian karisma, tergantung pada seberapa besar bawahan berusaha mengidentifikasikan diri mereka dengan pemimpin. Menetapkan simbol-simbol dan menyederhanakan himbauan-himbauan emosional untuk meningkatkan kesadaran dan pengertian mengenai tujuan bersama (Bass & Avolio :1990).

Pengertian dan Definisi Dekonsentrasi Menurut Ahli

#Dekonsentrasi merupakan pendelegasian wewenang atas fungsi- fungsi tertentu kepada staf pemerintah pusat yang tinggal diluar kantor pusat.   Dalam   konteks   ini   yang   dilimpahkan   adalah   wewenang administrasi belaka bukan wewenang politis.Wewenang politis tetap dipegang oleh pemerintah pusat (Mudrajat Kuncoro : 2004).

#Dekosentrasi   adalah   pelimpahan wewenang pada pejabat atau kelompok pejabat yang diangkat oleh pemerintah pusat dalam wilayah administrasi (Walfer  : Amin Rahmanurrasyid : 2008).

#Dekosentrasi adalah pelimpahan wewenang pemerintahan oleh kepada gubernur sebagai wakil pemerintahan dan/atau kepada instansi vertikal di wialyah tertentu (UU Nomor 32 Tahun 2004).


#Dekosentrasi  adalah  penyerahan sejumlah kewenangan atau tanggungjawab administratif kepada cabang departemen atau badan pemerintahan yang lebih rendah (Rondinelli dalam Amin Rahmanurrasyid : 2008).

Pengertian dan Definisi Desentralisasi

#Desentralisasi  adalah  sebagai  pengakuan  atau penyerahan  wewenang  oleh  badan-badan  umum  yang lebih tinggi kepada badan-badan umum yang lebih rendah yang secara mandiri dan berdasarkan pertimbangan- pertimbangan  sendiri  mengambil  keputusan  pengaturan dan pemerintahan, serta struktur kewenangan yang terjadi dari hal itu (Hoogerwerf  dalam Sarundajang : 2008).


#Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur danmengurus pemerintahan dalam Sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia (UU Nomor 32 Tahun 2004).

Macam-Macam Pengertian Demokrasi

#Demokrasi merupakan upaya untuk memberikan kesempatan dalam, partisipasi secara efektif, kesetaraan dalam hak suara, menjalankan kontrol akhir terhadap agenda, dan  melibatkan orang dewasa (Robert Dahl : 1998).

#Demokrasi ialah pemerintah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat (Abraham Lincoln).

#Demokrasi ialah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat dalam declaration of independent ialah of the people, for the people, and by the people (Sumarno dan Y.R.Lukiswara).

#Demokrasi adalah pemerintahan rakyat. Cara pemerintahan yang memberi hak kepada semua rakyat untuk memerintah (Soekarno dalam Khalid O Santoso : 2006).

#Demokrasi ialah suatu kebebasan atau prinsip demokrasi ialah kebebasan, karena hanya melalui kebebasanlah setiap warga negara bisa saling berbagi kekuasaan didalam negaranya. Aristoteles pun mengatakan apabila seseorang hidup tanpa kebebasan dalam memilih cara hidupnya, maka sama saja seperti budak (Aristoteles).

#Demokrasi merupakan dasar hidup yang kuat dalam hati seluruh bangsa Indonesia (Moh. Natsir dalam Santoso : 2005).

#Demookrasi merupakan suatu dasar dalam pembentukan pemerintahan dan yang ada didalamnya (masyarakat) dalam kekuasaan mengatur dan memerintah dikendalikan secara sah oleh seluruh anggota masyarakat (Prof. Muhamad Yamin).

Pengertian dan Definisi Database

Pengertian dan definisi database adalah sekumpulan seluruh sumber daya berbasis komputer milik organisasi dan sistem dimana database tersebut dikendalikan oleh sistem manajemen database adalah satu set catatan data yang berhubungan dan saling menjelaskan (Raymond McLeod, 2004).

Definisi dan Pengertian Defenisi Operasional Menurut Para Ahli

Definisi dan pengertian defenisi operasional menurut para ahli salah satunya diartikan sebagai suatu unsur penelitian yang merupakan petujuk tentang bagaimana suatu variabel diukur dalam rangka memudahkan    pelaksanakan   penelitian   dilapangan,   sehingga memerlukan operasionalisasi dari masing-masing konsep yang digunakan  dalam  menggambarkan prilaku atau gejala yang dapat  diamati dengan kata-kata yang dapat diuji dan diketahui kebenarannya (Singarimbun : 1997).

Pengertian dan Definisi Data Menurut Para Ahli

#Data berasal dari kata datum yang berarti fakta yang  mengandung  arti yang dihubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol, gambar-gambar, kata-kata, yang menunjukkan suatu ide objek, kondisi atau tujuan lain.

#Data merupakan suatu kelompok teratur  dari simbol-simbol yang mewakili kualitas, tindakan, benda dan sebagainya dan terbentuk dari karakter yang dapat berupa alfabet, angka maupun simbol-simbol khusus (Davis : 1995).

#Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia, barang, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya (Kristanto Harianto : 2001).


#Data secara konseptual merupakan sebuah deskripsi tentang benda, kejadian, aktivitas dan transaksi yang tidak mempunyai makna atau berpengaruh secara langsung kepada pemakai oleh karena itu data dianggap sebagai sumber informasi harus dianggap sebagai asset yang harus dikelola dengan baik dan benar.

Pengertian dan Definisi Disiplin Preventif

Pengertian dan definisi disiplin preventif adalah sebuah tindakan yang dilakukan untuk mendorong pegawai, mentaati standar dan peraturan sehingga tidak terjadi pelanggaran (Davis & Newstrom : 1989).

Pengertian dan Definisi Disiplin Korektif

Pengertian dan definisi disiplin korektif menurut para ahli salah satunya diartikan sebagai tindakan yang dilakukan setelah terjadinya pelanggaran peraturan, tindakan ini dimaksudkan untuk mencegah timbulnya pelanggaran lebih lanjut (Davis & Newstrom :1989).